Advertisement

Responsive Advertisement

Tech Stack React Native. Cari alternatif pilihan yang kamu suka!

 

1. State Management

  • Redux: Library populer untuk mengelola state global, sering digunakan dengan middleware seperti Redux Toolkit atau Redux Saga untuk manajemen side effects.
  • Recoil: Simpel dan cocok untuk aplikasi skala kecil hingga menengah.
  • Zustand: Ringan, modern, dan lebih sederhana dibanding Redux.
  • MobX: Untuk state management reaktif.

2. Navigation

  • React Navigation: Library standar untuk mengelola navigasi (stack, tab, drawer) di React Native.
  • React Native Navigation: Dikembangkan oleh Wix, lebih dekat dengan performa native untuk aplikasi besar.

3. API Communication

  • Axios: Library populer untuk fetch API dengan fitur seperti interceptors dan konfigurasi request/response.
  • React Query (TanStack Query): Untuk data fetching, caching, dan synchronizing API data secara otomatis.
  • SWR: Alternatif ringan untuk React Query, digunakan untuk data fetching dan caching.

4. Styling

  • Styled Components: Untuk styling berbasis CSS-in-JS.
  • Tailwind CSS (via Nativewind): Framework utility-first yang ringan dan fleksibel.
  • Emotion: Alternatif CSS-in-JS untuk kebutuhan styling modern.
  • React Native Paper: Komponen UI material design yang mudah digunakan.

5. Forms & Validation

  • Formik: Library untuk mengelola form di React Native.
  • React Hook Form: Lebih ringan dan berbasis hooks.
  • Yup: Library untuk validasi schema (biasanya digabung dengan Formik atau React Hook Form).

6. Testing

  • Jest: Framework testing standar untuk React Native.
  • React Native Testing Library: Untuk testing komponen dengan pendekatan user-centric.
  • Detox: Untuk end-to-end testing, khususnya UI testing pada aplikasi React Native.

7. Database

  • SQLite: Basis data lokal berbasis SQL, digunakan dengan library seperti react-native-sqlite-storage.
  • AsyncStorage: Untuk penyimpanan key-value sederhana di aplikasi.
  • Realm: Basis data lokal dengan performa tinggi.
  • Firebase Realtime Database: Untuk aplikasi yang membutuhkan data real-time.
  • WatermelonDB: Database reaktif untuk aplikasi besar.

8. Backend Integration

  • Firebase: Untuk authentication, database, dan push notifications.
  • AWS Amplify: Untuk backend serverless (GraphQL, storage, auth).
  • Node.js + Express: Backend berbasis REST API atau GraphQL.
  • GraphQL: Untuk query data yang lebih fleksibel.
  • Supabase: Alternatif open-source Firebase.

9. Push Notifications

  • Firebase Cloud Messaging (FCM): Digunakan untuk mengirim notifikasi push.
  • OneSignal: Alternatif populer untuk pengelolaan push notification.
  • Expo Notifications: Jika menggunakan managed workflow di Expo.

10. Build & Deployment

  • Expo: Untuk aplikasi skala kecil hingga menengah. Memiliki ekosistem kuat, cocok untuk developer pemula.
  • Fastlane: Otomatisasi CI/CD untuk build dan deployment.
  • EAS (Expo Application Services): Build dan deploy aplikasi Expo dengan mudah.
  • CodePush: Untuk mengirim update aplikasi secara over-the-air (OTA).

11. Crash Reporting dan Monitoring

  • Sentry: Untuk melacak error dan crash di aplikasi.
  • Firebase Crashlytics: Alternatif untuk memonitoring crash.

12. UI Libraries

  • React Native Elements: Library UI yang memiliki berbagai komponen siap pakai.
  • React Native Paper: Komponen UI berbasis material design.
  • NativeBase: UI library dengan komponen yang mudah disesuaikan.
  • Lottie: Untuk animasi berbasis JSON.

Posting Komentar

0 Komentar